3 Cara Sedekah Tanpa Uang

Posted by Unknown On Rabu, 20 Mei 2015 0 komentar

Seringkali kita terjebak menilai kebaikan dengan ukuran nilai materi. Apalagi tolak ukurnya kalau bukan uang. Seolah-olah segala kebaikan hanya diukur dari besaran nilai uang yang kita gunakan. Pemikiran seperti itu kerap menyesatkan karena kemudian kita berpikir hanya dengan uang baru bisa berbuat kebaikan. Tak jarang ungkapan bahwa untuk bisa berbuat baik, perlu untuk menjadi kaya, karena kaya identik dengan banyak uang, dan banyak uang bisa digunakan untuk berbuat kebaikan. Salah satu bentuk kebaikan itu adalah bersedekah.
Tak ada yang salah dengan menjadi kaya. Tapi tentunya dengan cara yang benar, halal, dan berkah. Bukan dengan jalan merugikan orang lain, apalagi negara. Hiii.., naudzubillah. Sesuatu yang diperoleh dengan cara bathil, tidak akan menjadi bernilai amal sholih walau pun nilainya mungkin sebesar gunung emas. Dan sebaliknya, sekecil apa pun yang kita lakukan dan berikan kalau berasal dari sumber yang jelas, halal, dan baik, tentunya akan dicatat sebagai bentuk amal sholih di hadapanNya. Nah, kalau kekayaan itu diperoleh dengan cara yang baik, halal, dan berkah, maka selain berzakat sebagai salah satu hal wajib untuk kaum muslim, maka amal sholih lainnya yang sering dilakuan adalah bersedekah.
Lalu, bagaimana dengan mereka yang Allah (masih) uji dengan kesempitan hidup, rejeki yang pas-pasan hanya untuk mencukupi kebutuhan keluarga, bahkan kurang? Tidak adakah celah untuk bersedekah sebagai salah satu cara untuk juga mengundang lancarnya rejeki? Jangan kecil hati dulu. Sedekah tak selalu harus dengan uang. Rasulullah sendiri pernah mengatakan bahwa senyum pun bisa bernilai sedekah. Dengan demikian, sedekah tak harus identik dengan besaran nilai uang yang kita berikan.
Ada 3 hal yang bisa kita lakukan sebagai bentuk amal sholih sedekah tanpa uang bagi mereka yang memang hidupnya tidak berkelimpahan uang. Ketiga hal tersebut adalah :
1. Sedekah Benda
Bersedekah tanpa uang bisa kita lakukan dengan memberikan benda yang masih bagus dan layak bagi orang lain. Lebih baik lagi bila kita memberikan benda yang paling kita sayangi dan sukai. Jadi memberikan sedekah dalam bentuk benda, bukan hanya semata-mata kita memberikan benda yang sudah tidak kita butuhkan. Lebih terutama bila kita mampu memberikan benda-benda milik kita yang dibutuhkan oleh orang lain , walau kita sendiri masih menggunakannya.
Contoh seperti ini misalnya, memberikan makanan buat fakir miskin dengan makanan terbaik yang kita miliki (bukan sisa, apalagi basi), buku-buku, pakaian, koran bekas, dan sebagainya.
2. Sedekah Tenaga/Jasa
Memberikan bantuan tenaga dan keahlian kita juga bisa dimasukkan dalam sedekah. Tentunya iklash dan gratis. Misalnya, mengajar gratis untuk kaum duafa, memberikan les bahasa Inggris untuk anak yatim, menjadi tenaga sukarela untuk korban bencana alam, penderita sakit yang memerlukan dukungan moril, atau menjadi pendonor darah.
Banyak lagi contoh sedekah yang hanya membutuhkan tenaga dan keahlian kita untuk disumbangsihkan pada mereka yang memerlukan.
3. Sedekah senyum
Senyum yang iklash dan datangnya dari hati, akan terpancar lewat mata dan sampai ke hati. Ini yang paling mudah dan sederhana, tapi ternyata tidak semua orang mampu melakukannya. Padahal, bila dilakukan dengan keiklahsan, bayangkan, betapa mudahnya kita melakukan sedekah ini setiap harinya.
Itulah 3 bentuk sedekah yang bisa dilakukan tanpa uang. Yang diperlukan adalah niat untuk berbagi tanpa pamrih, dan iklash, dan tentunya hanya berharap ridha dariNya.
JADI APA KITA HARUS MENCARI ALASAN UNTUK TIDAK BERSEDEKAH????


Penalaran

Posted by Unknown On Selasa, 19 Mei 2015 0 komentar

Ada cerita mengenai seorang pengusaha yang terbangun di sebuah rumah sakit dan istrinya yang setia sedang mendampinginya menjalani perawatan. 
Pria ini berkata pada Istrinya, "Kamu tahu waktu pertama kali kita menikah usaha kita bangkrut dan Engkau ada di sisiku, setelah itu di tahun kedua pernikahan kita harta benda yang telah aku kumpul buat masa depan keluarga kita lenyap dicuri orang namun Kamu masih tetap setia menemaniku. Selanjutnya lagi saat rumah yang telah kita cicil mengalami kebakaran Engkau pun di sisiku juga. Melalui semua itu Kamu selalu di sisiku". 
Istrinya menjawab, "Ya aku akan selamanya setia berada di sisimu suamiku dalam keadaan apapun". 
Pengusaha ini berkata, "Sekarang aku terbaring lemah di rumah sakit, Kamu tetap ada di sisiku". 
Ia menjawab, "Pasti, aku selalu bersedia ada di sisimu". 
Kemudian pengusaha ini berkata lagi, "Makanya sekarang aku mulai berpikir bahwa kehadiranmulah yang menjadi pembawa semua kesialan ini".

Bagaimana menurut anda?

Ada seorang Pemuda yang lama sekolah di luar negeri, kembali ke tanah air. Sesampainya di rumah, ia meminta kepada orang tuanya untuk mencari seorang guru agama, Kyai atau siapa saja yang bisa menjawab 3 pertanyaannya. Akhirnya orang tua Pemuda itupun mencarikan orang yang dimaksud tersebut, seorang Kyai.
Pemuda : Anda siapa ? dan apakah Anda bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan saya ?
Kyai : Saya Hamba Allah dan dengan izin-Nya saya akan menjawab pertanyaan Anda.
Pemuda : Anda yakin ? Sedangkan Profesor dan banyak orang yang pintar tidak mampu menjawab pertanyaan saya.
Kyai : Saya akan mencoba menjawab pertanyaan sejauh kemampuan saya.
Pemuda : Saya ada 3 pertanyaan :
Kalau memang Tuhan itu ada, tunjukkan wujud Tuhan kepada saya.
Apakah itu yang dinamakan takdir.
Kalau syaithan diciptakan dari api, kenapa dimasukan ke neraka yang dibuat dari api, tentu tidak menyakitkan buat syaitan. Sebab mereka memiliki unsur yang sama. Apakah Tuhan tidak pernah berfikir sejauh itu ?
Tiba - tiba Kyai tersebut menampar pipi Pemuda tadi dengan keras.
Pemuda : (sambil menahan sakit) Kenapa anda marah kepada saya ?
Kyai : Saya tidak marah ... Tamparan itu adalah jawaban saya atas 3 pertanyaan yang anda ajukan kepada saya.
Pemuda : Saya sungguh - sungguh tidak mengerti.
Kyai : Bagaimana rasanya tamparan saya ?
Pemuda : Tentu saja saya merasakan sakit.
Kyai : Jadi Anda percaya bahwa sakit itu ada ?
Pemuda : Ya !
Kyai : Tunjukkan pada saya wujud sakit itu !
Pemuda : Saya tidak bisa.
Kyai : Itulah jawaban pertanyaan pertama ... kita semua merasakan kewujudan Tuhan tanpa mampu melihat wujudnya.
Kyai : Apakah tadi malam anda bermimpi akan ditampar oleh saya ?
Pemuda : Tidak.
Kyai : Apakah pernah terfikir oleh Anda akan menerima tamparan dari saya hari ini ?
Pemuda : Tidak.
Kyai : Itulah yang dinamakan dengan takdir.
Kyai : Terbuat dari apa tangan yang saya gunakan untuk menampar anda ?
Pemuda : Kulit.
Kyai : Terbuat dari apa pipi anda ?
Pemuda : Kulit.
Kyai : Bagaimana rasanya tamparan saya ?
Pemuda : Sakit.
Kyai : Walaupun syaithan dijadikan dari api dan neraka juga terbuat dari api, jika Tuhan menghendaki, maka neraka akan menjadi tempat yang menyakitkan untuk syaithan. Dan itu adalah jawaban untuk pertanyaan terakhir.

Membandingkan Kebahagiaan

Posted by Unknown On Sabtu, 25 April 2015 0 komentar


Saat itu, Ada seorang Petani dengan Istrinya yang sedang bergandengan tangan menyusuri pinggir jalan sepulang dari sawah sambil diguyur oleh air hujan.
Tiba - tiba, lewatlah sebuah motor di depan mereka. Berkatalah Sang Petani itu kepada Istrinya, "Lihatlah Bu, betapa bahagianya suami-istri yang sedang naik motor itu, meskipun mereka juga kehujanan, tapi mereka bisa cepat sampai di rumah, tidak seperti nasib kita yang harus lelah berjalan untuk sampai ke rumah.”
Sementara itu, si Pengendara sepeda motor dengan Istrinya yang sedang berboncengan di bawah derasnya air hujan, melihat sebuah mobil pick-up lewat di depan mereka.
Pengendara motor itu bergumam pada Istrinya, ”Lihatlah Bu, betapa bahagianya orang yang naik mobil itu. Mereka tidak perlu kehujanan seperti kita.”
Namun, di dalam sebuah mobil pick-up yang dikendarai oleh sepasang suami-istri tersebut, telah terjadi perbincangan, saat sebuah mobil sedan Mercy berpapasan dan lewat di hadapan mereka, ”Lihatlah Bu, betapa bahagianya orang yang naik mobil bagus itu. Mobil itu pastinya nyaman untuk dikendarai, tidak seperti mobil kita yang sering mogok terus.”
Akan tetapi, Pengendara mobil Mercy itu seorang pria yang kaya raya, dan ketika dia melajukan mobilnya dengan kencang, dia melihat sepasang suami-istri yang sedang berjalan bergandengan tangan di bawah guyuran air hujan, saat itu juga Pria kaya itu menggerutu dalam hatinya, ”Betapa bahagianya sepasang suami-istri itu. Mereka dengan mesranya berjalan bergandengan tangan sambil menyusuri indahnya jalan di pedesaan ini. Sementara saya dan Istri saya, tidak pernah punya waktu untuk berduaan karena kesibukan kami masing-masing.”
Refleksi Hikmah :
”Kebahagiaan tak akan pernah kau miliki, jika kau hanya melihat kebahagiaan milik orang lain dan selalu membandingkan hidupmu dengan hidup orang lain.”
So, tetaplah bersyukur atas apa yang kamu miliki dalam hidupmu sekarang, supaya kau tahu di mana letak bulu ketiak (kebahagiaan) mu itu berada.
Kebahagiaan itu selalu bersama kita dimanapun kita berada, hanya sayang kita sering tak menyadarinya...

Kisah Kakek dan Buah Pepaya

Posted by Unknown On Selasa, 21 Januari 2014 0 komentar



Cerita ini tentang seorang kakek yang sederhana, hidup sebagai orang kampung yang bersahaja. Suatu sore, ia mendapati pohon pepaya di depan rumahnya telah berbuah. Walaupun hanya dua buah namun telah menguning dan siap dipanen. Ia berencana memetik buah itu di keesokan hari. Namun, tatkala pagi tiba, ia mendapati satu buah pepayanya hilang dicuri orang.
Kakek itu begitu bersedih, hingga istrinya merasa heran. “masak hanya karena sebuah pepaya saja engkau demikian murung” ujar sang istri. “bukan itu yang aku sedihkan” jawab sang kakek, “aku kepikiran, betapa sulitnya orang itu mengambil pepaya kita. Ia harus sembunyi-sembunyi di tengah malam agar tidak ketahuan orang. Belum lagi mesti memanjatnya dengan susah payah untuk bisa memetiknya..” “dari itu Bune” lanjut sang kakek, “saya akan pinjam tangga dan saya taruh di bawah pohon pepaya kita, mudah-mudahan ia datang kembali malam ini dan tidak akan kesulitan lagi mengambil yang satunya”.
Namun saat pagi kembali hadir, ia mendapati pepaya yang tinggal sebuah itu tetap ada beserta tangganya tanpa bergeser sedikitpun. Ia mencoba bersabar, dan berharap pencuri itu akan muncul lagi di malam ini. Namun di pagi berikutnya, tetap saja buah pepaya itu masih di tempatnya.
Di sore harinya, sang kakek kedatangan seorang tamu yang menenteng duah buah pepaya besar di tangannya. Ia belum pernah mengenal si tamu tersebut. Singkat cerita, setelah berbincang lama, saat hendak pamitan tamu itu dengan amat menyesal mengaku bahwa ialah yang telah mencuri pepayanya.
“Sebenarnya” kata sang tamu, “di malam berikutnya saya ingin mencuri buah pepaya yang tersisa. Namun saat saya menemukan ada tangga di sana, saya tersadarkan dan sejak itu saya bertekad untuk tidak mencuri lagi. Untuk itu, saya kembalikan pepaya Anda dan untuk menebus kesalahan saya, saya hadiahkan pepaya yang baru saya beli di pasar untuk Anda”.

Hikmah yang bisa diambil dari kisah inspirasi diatas, adalah tentang keikhlasan, kesabaran, kebajikan dan cara pandang positif terhadap kehidupan.

Mampukah kita tetap bersikap positif saat kita kehilangan sesuatu yang kita cintai dengan ikhlas mencari sisi baiknya serta melupakan sakitnya suatu “musibah”?

"Sesungguhnya manusia itu sangat ingkar, tidak berterima kasih kepada Tuhannya, dan sesungguhnya manusia itu menyaksikan (sendiri) keingkarannya, dan sesungguhnya dia sangat bakhil karena cintanya kepada harta."
Kisah inspirasi diatas dikutip dari khutbah yang ditulis oleh ustadz Saiful Amien

Implementasi Kurikulum 2013

Posted by Unknown On Kamis, 19 Desember 2013 0 komentar

Memang, bicara kurikulum seperti bicara buah simalakama. Serba salah. Dan serba dianggap tak penting-penting sekali untuk kelancaran proses pendidikan selama ini. Namun, semua hal jika dilihat lebih objektif akan terasa manfaatnya jika dilaksanakan dengan benar sesuai prosedur yang sudah diatur. Tidak ada yang salah dengan perubahan kurikulum yang terus dikembangkan oleh pemerintah, hanya salah pada penerapan dan pelaksanaan saja. Kurikulum tidak layak dijadikan kambinghitam dalam masalah pendidikan dikarenakan perubahan zaman yang terus melaju kencang. Kurikulum KBK tentu tidak akan cocok diterapkan di tahun 2013 yang semua berbau teknologi. Di beberapa daerah, siswa lebih peka teknologi dibandingkan dengan guru. Hal ini tentu jadi pokok permasalahan yang kemudian disimpulkan bahwa dunia pendidikan benar-benar butuh penyegaran.
Kurikulum 2013 lebih menekankan pada tiga ranah yang perlu dinilai, jika sudah dilaksanakan Kurikulum 2013 kemudian ketiga ranah tersebut yang digarisbawahi maka Ujian Nasional sudah bukan lagi acuan kelulusan. Kurikulum 2013 lebih menekankan penilaian pada sikap, pengetahuan dan keterampilan. Sikap menjadi penilaian paling utama sebelum menilai kedua hal setelah itu. Dalam Kurikulum 2013 sikap tertuang dalam Kompetensi Inti (KI) satu sampai empat, dan termuat juga dalam Kompetensi Dasar (KD) satu dan dua. Pengetahuan baru dimulai pdaa KD tiga dan keterampilan di KD empat. Dengan demikian, penilaian siswa seluruhnya diserahkan pada sikap bukan hanya pada kognitif semata seperti pelaksanaan UN selama ini. Kurikulum 2013 akan sangat bertentangan dengan UN jika UN masih dilaksanakan. Alasannya, tentu saja UN hanya menilai pengetahuan siswa melalui angka-angka tanpa melihat sikap yang tidak bisa dinilai semudah menorehkan angka-angka.
Dalam Kurikulum 2013 dikenal dengan pendekatan scientific. Pendekatan ini lebih menekankan pada pembelajaran yang mengaktifkan siswa. Pendekatan ini paling tidak dilaksanakan dengan melibatkan tiga model pembelajaran, di antaranya problem based learning, project based learning dan discovery learning. Ketiga model ini akan menunjang how to do yang dielu-elukan dalam Kurikulum 2013.
Pada dasarnya, ketiga model pembelajaran yang diharapkan terlaksana dalam Kurikulum 2013 tersebut, sudah dijalankan sebagian guru dalam pembelajaran selama ini. Model pembelajaran tersebut pun bukan lagi model lama yang mesti dipelajari guru. Kemudian muncul anggapan bahwa pembelajaran yang terjadi tidak bisa menghadirkan suasana nyaman pada siswa, hak itu kembali pada proses pembelajaran. Jangan pernah lupa; bahwa siswa punya tingkatan tersendiri dalam diri mereka. Ada yang diam. Ada yang aktif. Ada yang bandel. Ada yang malas. Soal kebodohan yang kata yang sama makna dengannya itu tidaklah ada dalam kamus pendidikan. Bodoh hanya milik orang-orang malas belajar dan membuang waktu percuma dengan berbagai masalah yang semakin terlarut dalam waktu. Maka, pelaksanaan Kurikulum 2013 pun akan mengalami hal yang serupa di kurikulum terdahulu jika paradigma masyarakat kita khususnya pelajar masih beranggapan bahwa guru adalah segala. Proses pembelajaran bukanlah mau guru dan mau kurikulum, guru hanya merencanakan dengan membuat skenario, kemudian guru menjadi sutradara, tinggal siswa-siswi yang berperan sesuai karakter yang sudah ditentukan. Hal yang mudah, dan sudah dilakukan selama ini bukan hanya di Kurikulum 2013 semata.
Lantas? Kenapa Kurikulum 2013 dijadikan patokan majunya pendidikan untuk bertahun ke depan? Hal ini tidaklah serta merta terletak pada kurikulum semata, kurikulum hanya jembatan menuju sukses dalam gelap. Pelaksanaannya kembali pada keadaan dan situasi sosial yang mendukung. Siswa di Ibu Kota akan sangat jauh berbeda kesadaran akan pendidikan dengan siswa di pedesaan. Siswa di pedesaan akan sangat jauh tertinggal dalam keinginan belajar dibandingkan siswa di Ibu Kota. Hal ini semestinya juga dilihat oleh pemangku kebijakan terhadap gubahan Kurikulum, tidak langsung diubah tanpa menikmati sendiri proses yang selama ini terjadi di daerah terpencil.
Kurikulum 2013 akan diterapkan pemerintah secara universal dalam waktu dekat. Terdapat beberapa sekolah yang sudah melaksanakan Kurikulum 2013 dimulai dengan kelas sepuluh untuk tingkat SMA. Pada kurikulum 2013 tidak lagi dikenal dengan jurusan (dahulu IPA dan IPS), melainkan peminatan. Siswa yang masuk di SMA berkurikulum ini akan ikut tes dengan psikolog untuk menentukan minat dan bakatnya. Siswa yang lebih suka mengarang tentu akan sulit berinteraksi dengan pelajaran Matematika. Siswa yang cepat dalam berhitung tentu akan mudah mempelajari Fisika atau Kimia. Siswa yang senang interaksi dengan banyak orang tentu akan mudah menalar teori-teori dalam Sosiologi. Tes minat ini akan menentukan siswa akan masuk ke kelas eksak atau noneksak. Selain kelas minat, siswa juga bisa memilih pelajaran lintas minat sesuai ketentuan. Pelajaran lintas minat ini bisa mendukung pelajaran-pelajaran lain yang diajarkan di sekolah. Kecuali pelajaran wajib seperti Matematika (untuk IPA dan IPS berbeda materi ajar), bahasa Indonesia maupun Kewarganegaraan, siswa tidak punya alasan untuk meninggalkannya.
Pelaksanaan Kurikulum 2013 seperti yang sudah dikatakan di atas, dilaksanakan melalui Pendekatan Scientific. Pada pelaksanaannya pendekatan ini menekankan pada lima aspek penting, yaitu mengamati, menanya, mencoba, menalar dan komunikasi. Lima aspek ini harus benar-benar terlihat pada pelaksanaan pembelajaran di lapangan.
v  Mengamati
Pembelajaran selama ini cenderung dilakukan dengan metode ceramah. Tidak ada yang salah dengan metode ini, metode ceramah merupakan dasar melaksanakan setiap kegiatan. Pada Kurikulum 2013 metode ceramah tidak dilupakan, hanya saja dikurangi takarannya. Siswa dituntut lebih aktif dalam segala masalah.
Proses mengamati dilakukan siswa terhadap masalah yang diajarkan. Jika pelajaran Fisika, Kimia atau Biologi rasanya tidak ada masalah dalam proses mengamati. Kendalanya tentu pada pelajaran lain yang kurang alat dan bahan sehingga guru dituntut harus benar-benar paham materi sebelum menghadirkan siswa ke dunia nyata dengan mengamati sendiri fenomena yang terjadi. Proses mengamati ini sangatlah penting, di mana siswa menghadirkan angan menjadi nyata. Siswa tidak lagi mengkhayal dalam setiap pembelajaran, siswa sudah melihat langsung proses percobaan yang dituntun guru sebelum mencoba.
v  Menanya
Proses bertanya sudah bukan lagi barang baru. Siswa yang tidak berani bertanya selama sekolah akan terus diam terpaku sampai lulus. Siswa yang aktif bertanya akan terus menanyakan masalah yang tidak diketahuinya. Siswa yang aktif inilah yang dituntut dalam Kurikulum 2013. Siswa harus bertanya!
Bagaimana siswa harus bertanya? Hal ini dilakukan guru dengan membuka pembelajaran dengan menimbulkan masalah. Jika selama ini proses pembelajaran dimulai dengan pertanyaan apakah, di Kurikulum 2013 yang sangat berperan adalah pertanyaan mengapa dan bagaimana. Dengan demikian secara tidak langsung siswa sudah digiring untuk menelaah dan mencari-cari serta menanyakan semua permasalahan yang menganjal.
Proses bertanya tidak harus membuka sesi pertanyaan. Siswa berhak bertanya apa pun masalah yang tidak diketahuinya agar jelas penjelasannya. Pertanyaan siswa akan mengukur sejauh mana kemampuan mereka menyerap materi yang diajarkan.
v  Mencoba
Pelaksanaan Kurikulum 2013 menuntut siswa untuk mencoba sendiri, ikut terlibat langsung dalam masalah yang dihadirkan guru. Jika dalam pembelajaran IPA guru memberi penuntun pelaksanaan percobaan lalu siswa melaksanakan percobaan tersebut. Dalam pelajaran lain, misalnya pembelajaran agama, siswa akan mencoba melaksanakan yang diamati. Misalnya, dalam melaksanakan shalat; semua proses pelaksanaan shalat siswa amati kemudian mencoba melaksanakan shalat, dan contoh-contoh lain.
Mencoba akan membuat siswa sadar bahwa materi ajar penting dalam kehidupan mereka sehari-hari bukan lagi mengejar nilai. Siswa yang mencoba akan paham bahwa materi yang diajarkan guru berguna untuk mereka.
v  Menalar
Bagian ini yang paling sulit untuk sebagian siswa. Siswa dituntut untuk dapat memahami dengan benar pokok materi yang diajarkan guru. Pemahaman siswa tidak setengah-setengah yang kemudian menimbulkan keraguan dalam diri mereka. Proses penalaran inilah yang kemudian membuat siswa mencerna dengan baik, memilah baik buruk, lalu mendapatkan kesimpulan. Tidak mudah menalar suatu materi ajar apabila pelajaran yang diajarkan memberatkan mereka. Namun, siswa akan mudah mencerna pembelajaran jika siswa mampu konsentrasi terhadap pembelajaran yang sedang berlangsung.
v  Komunikasi
Hal terakhir yang diharuskan ada dalam Kurikulum 2013 adalah mengkomunikasikan semua permasalahan. Dalam hal percobaan IPA siswa bisa mempresentasikan hasil kerja mereka. Dalam hal agama, siswa bisa maju ke depan kelas mempraktekkan tata cara shalat dan lain-lain. Sehingga siswa mampu memahami dan menjalankan materi ajar dengan benar dalam kehidupan sehari-hari.
Kelima aspek dalam pelaksanaan Kurikulum 2013 sangat berkaitan satu sama lain. Pada dasarnya, kelima aspek ini sudah pernah dilakukan oleh sebagian guru. Namun pendalamannya dilakukan kembali di Kurikulum 2013 untuk menyegarkan semangat pendidikan Indonesia yang semakin loyo.
Kurikulum boleh berganti setiap tahun karena masa juga terus berganti semakin canggih. Yang tidak boleh berganti tentu saja semangat kerja guru serta penghargaan pemerintah atas jerih payah guru dalam mendidik. Jangan pula nilai akhir UN dijadikan patokan keberhasilan seorang siswa. Hasil belajar 3 tahun jadi penilaian 2 jam. Bagaimana menilai hal ini?
Kurikulum 2013 akan terlaksana, tepat atau tidak, merata atau hanya di kota saja, semua tergantung kepentingan pemerintah terhadap pendidikan kita. Kurikulum 2013 akan berhenti di kursi emasnya jika tidak disosialisasikan sampai ke pelosok oleh pihak berwenang seperti KTSP.